Masih Saja Merasa Salah Jurusan

Kalau dilihat, mungkin tidak ada yang menarik dengannya. Dih, tinggi saja enggak sampai 150 cm, warna kulitnya agak gelap meski masih bisa dibilang kecokelat-cokelatan, rambutnya panjang tertutupi hijab. Dia itu paling malas kalau harus menyisir rambut. Biasanya sih, dia tinggal mengikat rambut panjangnya menjadi beberapa bagian, dan taraaa rambutnya tak kusut meski tak pernah disisir.

Hasil gambar untuk oprah winfrey

(Sumber Foto: http://www.scoopnest.com/user/MikeSchiemer/821054590003113984)

Dia itu memang cuek beneran. Itu sih terhadap dirinya sendiri. Buktinya saja, kamarnya selalu berantakan, enggak ada rapi-rapinya sama sekali. Padahal dia itu cewek lho.

Beda kalau urusan dengan orang lain, dia perhatian dan cukup supel dengan siapapun. Bahkan boleh dibilang dia itu jahil dalam beberapa hal. Itu sih bagi yang sudah akrab dan mengenalnya dengan baik.

Dia pernah tertegun ketika menyadari dirinya begitu berbeda. Seorang operator mesin atau boleh dibilang pengasuh mesin di sebuah perusahaan Jepang, kini menjelma menjadi menjadi seorang pengasuh anak, itu sih sebutan dia sendiri. Padahal sebenarnya dia itu banyak yang menyebutnya guru. Ya, pada saat ini dia seorang guru sukwan atau honor di SLB (Sekolah Luar Biasa) yang ada di Bandung.

Kebayang enggak sih orang jahil jadi guru untuk anak-anak SLB. Hmmm, apa jadinya ya? Ups, tapi dibalik jahilnya itu sebenarnya dia itu orangnya agak malas sih, tugas saja dikerjakan menjelang deadline atau malah sering tidak jadi mengerjakannya dan harus mengelus dada, yah kelewatan deh. Dia itu paling senang kalau yang namanya jalan-jalan. Jadi, sekali lagi ya guru itu dia rasa bukan bidangnya.

Sering banget lho dia menyesal kenapa tidak mengikuti saran dosennya untuk kuliah di jurusan bimbingan konseling atau psikologi? Sebenarnya, sejak SMP dia sudah tertarik dengan buku-buku psikologi. Namun entah kenapa ketika sampai di Gedung Daksinapati Universitas Negeri Jakarta, dia memilih jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB)

So far, ya sudahlah ya! Mau bagaimana lagi sih? Toh dia juga sudah menikmati dunia barunya sebagai guru anak-anak tunarungu atau tidak bisa mendengar pada awalnya. Itu sih pada awalnya. Tapi, kini dia menyesal tuh masuk dunia pendidikan satu ini. Pasalnya, sekarang dia harus mengajar berbagai macam jenis kebutuhan siswa dalam satu rombel.

Haduuuh, dia enggak pernah membayangkan harus mengajar anak autis yang pekerjaannya meludahi siapa saja, mengajar anak tunadaksa yang terus-terusan ngiler dan bikin perut mual sampai dia muntah beneran, mengajar anak tunagrahita, dan juga tunarungu dalam satu kelas.

Gara-gara hal seperti itu tuh dia sering banget merasa salah jurusan. Meski demikian, tetap saja dia di dunia satu itu. Bukan karena terlanjur basah sih tapi memang sudah tumbuh kesadaran dalam dirinya untuk melakukan sesuatu yang lebih untuk orang lain meski enggak enak buat dianya.

 

Oh, no!

 

#blogtobook