Kukuh Karena Konsep yang Kuat

Sepanjang perjalanan dari Kampoeng Wisata Rumah Joglo Bogor menuju Bandung, hujan mengguyur tanpa henti. Bersyukur saya bisa seperjalanan bersama Bunda Intan. Dalam perjalanan pulang selepas acara #BloggerDay Ulang Tahun Blogger Crony #SehatBersamaSoman, saya mendapatkan hikmah perjalanan hidup para blogger yang sangat berharga dari Bunda Intan Rosmadewi. Salah satunya adalah penggagas dan orang tersohornya Blogger Crony yaitu Mbak Wardah Fajri (panggilan akrab saya Mbak Wawa) ya.

Sejujurnya, dulu saya sering mengikuti kegiatan Kompasiana namun belum begitu mengenal Mbak Wawa. Perjumpaan pertama yang saya ingat adalah ketika Kompasiana mengadakan acara kerja sama dengan PUPR yang memperkenalkan RISHA (Rumah Instan Sehat Sederhana). Itu pun akrabnya saat menjelang acara kegiatan itu usai, alias sudah mau pada pulang sebelum menaiki kendaraan yang akan membawa ke tempat tujuan masing-masing. Dan alhamdulillah dalam beberapa acara berikutnya saya bisa berkenalan lebih dekat dengan Mbak Wawa.

Di dalam bus penuh penumpang yang membelah hujan sepanjang Terminal Baranangsiang Bogor hingga Leuwi Panjang Bandung, Bunda Intan menceritakan sosok inspiratif satu ini. Sosok ini begitu kuat dengan konsepnya hingga mampu menjadi “tokoh” seperti sekarang ini.

Harus saya akui, komunitas blogger itu banyak. Namun belum tentu sekuat dan sekokoh Blogger Crony. Bagaimana tidak? Di usianya yang menginjak tahun kedua dan sekarang menjajaki tahun ketiga, Blogger Crony mampu mengadakan kegiatan milad yang sangat meriah dengan menghadirkan lebih dari 100 blogger. Dan alhamdulillah, meski banyak rintangan hingga menuangkan tulisan ini pun, saya memiliki kesempatan menjadi salah satu penggembira di acara tersebut. Hhee. Tinggal otak-atik tulisan nih untuk membagikannya agar lebih banyak yang mendapatkan informasi mengenai kesehatan, kepenulisan, dan dunia blogger (tunggu ya!)

Uniknya, Blogger Crony mengundang beberapa komunitas blogger lainnya yang akrab di telinga saya dan ada juga yang rasanya masih asing di telinga, seperti: Asinan Blogger (kalau tidak salah), Blogger Perempuan, KEB (Kumpulan Emak-Emak Blogger) dan lainnya.

Wooow, sudah terbayang, kan, kemeriahannya?

Sayang sekali, sebelum acara tuntas saya harus sudah meninggalkan tempat kegiatan. Namun, tak apalah karena rasanya 80% acara sudah saya ikuti. Minggu, 19 Maret 2017 itu saya benar-benar bersyukur bisa berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan. Meski tentunya belum bisa memberikan yang terbaik, tapi saya sudah berusaha menjadi penggembira terbaik. Hhee.

Ok, kita balik lagi ke inti cerita. Dalam dinginnya perjalanan di dalam bus, saya baru menyadari sekaligus mengiyakan pernyataan Bunda Intan, kalau Mbak Wawa itu punya konsep yang kuat hingga Blogger Crony bisa berdiri tegak seperti sekarang. Dan satu hal yang rasakan betul bahwa sosok satu ini begitu rendah hati. Bagaimana tidak? Ya tentu saja ada alasannya. Salah satunya dengan mengundang komunitas blogger lainnya di acara ulang tahun Blogger Crony.

Boleh dibilang, saya admin salah satu komunitas blogger, namun penggagasnya sendiri terkesan acuh dan malah sebentar-sebentar minta para pengurusnya untuk mengeluarkan ide ini itu, sementara tuntutannya begitu banyak dan terkesan kalau penggagas itu menyerahkan urusan komunitasnya kepada para pengurus. Jujur, saya jengah dan memilih menjadi silent reader saja. Dan merasa lebih baik mengembangkan komunitas tersendiri yang fokus untuk menerbitkan karya penulis. Alhamdulillah, saat ini bersiap menerbitkan karya kedua dan ketiga. (Eh, kok jadi curhat ya! L)

Kerja keras dan konsep yang jelas serta kuat, memang tidak pernah berkhianat pada hasil yang memuaskan. Setidaknya begitulah pendapat saya untuk pertama kalinya mengikuti kegiatan kemeriahan ulang tahun Blogger Crony pada Maret ini. Tentunya, segala kemeriahan ini tidak lepas dari sosok pemimpin seperti Mbak Wawa. Apalagi deretan blogger yang membersamainya adalah blogger-blogger luar biasa. Sudah terlukiskan dengan jelas keindahan warna-warni masa depan Blogger Crony.

Happy Milad Blogger Crony. Acara luar biasa yang mempertemukan saya dengan sosok-sosok luar biasa menginspirasi dan juga perjalanan luar biasa yang tak terduga sebelumnya. Sukses selalu untuk semua di Blogger Crony.

Eksis di Media Sosial Demi Anak-Anak Tercinta

Dalam acara #BloggerDay syukuran miladnya Blogger Crony, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga, salah satunya bahwa eksistensi kekinian bukanlah milik remaja masa kini semata. Ada beberapa blogger yang begitu kuat bereksistensi karena keadaan hingga kini meski masa yang mereka lampaui telah begitu lama dalam kehidupan dunia ini. Misalnya: Bunda Siti istri Pak Nur Terbit yang sudah terkenal di jagat kepenulisan. Dan salah satunya seseorang yang sangat dekat dengan saya, Bunda Intan Rosmadewi yang telah memiliki beberapa cucu.

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari Bunda yang memiliki putra putri dengan beragam karakter ini. Dan pada hari Minggu, 19 Maret 2017, saya menjadi tahu alasan Bunda Intan terjun ke dunia media sosial, salah satunya karena demi mengikuti perkembangan anak-anak tercinta.

Bunda Intan pernah mendapatkan pengalaman pahit ketika putrinya kabur entah ke mana. Dan saya rasa, bukan hanya Bunda Intan yang pernah mengalami kejadian kurang mengenakkan model ini. Kecenderungan remaja sekarang yang maaf sekali, “serba instan” dengan dunia serba cepat, tuntutan pun serba cepat dan harus kekinian, membuat kita tentu saja sering mendengar dan melihat banyak berita di acara tayangan televisi betapa banyak kejanggalan para remaja di masa kini. Salah satunya adalah penculikan yang dilakukan para oknum yang tidak bertanggung jawab dan ingin mengambil keuntungan tertentu. Beberapa bulan atau tahun ke belakang, sebelum acara televisi marak oleh berita politik, banyak sekali berita tersebar penculikan bayi hingga penculikan para remaja gaul yang intens menggunakan media Facebook.

Tak tanggung-tanggung, bahkan sampai banyak berita mereka yang diculik harus meninggalkan alam fana ini. Tentunya, hal ini membuat kita harus lebih mewawas diri. Ada apa dengan pergaulan anak masa kini? Bagaimana sikap orangtua seharusnya mengimbaninginya?

Salah satu cara yang dilakukan Bunda Intan ini sebenarnya hampir sama dengan cara yang dilakukan beberapa orangtua yang saya kenal. Bedanya, Bunda Intan berhasil menjadi sosok inspiratif dengan ketekunannya di media sosial.

Berawal dari perhatiannya untuk mengimbangi kehidupan putra-putrinya sekaligus mengetahui keadaan mereka di jejaring sosial, Bunda Intan kini menjadi seorang blogger produktif. Karya-karyanya tersebar luas di Kompasiana. Harus saya akui, Bunda satu ini konsisten dalam menuangkan karya tulisnya. Mungkin agak berbeda dengan saya yang agak lambat karena terhambat banyak alasan. Namun secara pribadi, tentunya Bunda Intan menginspirasi saya agar saya lebih konsiten lagi dalam membagikan karya tulis.

Bagaimana dengan Anda? Semoga sosok Bunda Intan ini menginspirasi Anda juga.