Tarhib Ramadhan, Mei 2017 (Mengingatkanku untuk Berorientasi Akhirat)

Alhamdulillah, bahagia rasanya bertemu kembali dengan Ramadhan. Meski diri masih merasa belum memiliki perbaikan signifikan, namun momen bulan suci ini semoga semua amal kebaikan semakin meningkat.

Sedih rasanya ketika saat ini tersadar dengan kegiatan yang bertumpuk dan bertubi-tubi sementara bagaimana dengan ibadahku?

Bandung-Jakarta pulang pergi seakan momen yang begitu biasa. Padahal jika menggunakan akal, jaraknya lumayan jauh kalau harus pulang pergi. Subhanallah, semua kujalani dengan enteng hingga berkali-kali.

Bahkan, ketika paginya harus mengajar di sekolah, kemudian siang menjelang sore harus ke Jakarta untuk pengambilan hadiah sebagai juara vlog SoMan, kemudian malamnya kembali ke Bandung, dan besoknya berkegiatan membimbing anak mengikuti lomba di Pusdai Bandung, semua seakan terasa biasanya.

Hingga ketika mendengar arti kata tarhib yang berarti bergembira menyambut Ramadhan, saya baru tersadar, ke mana saja saya selama ini? Sudah sebanyak apa ibadaha saya?

Perjalanan demi perjalanan yang saya lakukan, apakah selalu saya sertakan Allah Subhanahu wata’ala?

Kesalahan demi kesalahan mungkin sering saya lakukan. Dan pada hari mendampingi siswa mengikuti lomba dalam kegiatan Tarhib Ramadhan, saya tersadar sesadar-sadarnya untuk berorientasi akhirat. Bahkan, dari kejadian ini muncullah ide menuliskan buku kepenulisan yang berorientasi akhirat. Semoga saja buku tersebut dapat terwujud dengan cepat, lancar, dan tanpa kendala. Aamiin